Jombang (Humas) — Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU), Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, masih diwarnai kedatangan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Memasuki hari ketiga setelah resmi dibuka Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (27/8), aktivitas peserta, tamu, jurnalis, akademisi, aktivis, dan penggembira terus berlangsung di berbagai titik di Kabupaten Jombang.
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat tersebut, semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama tampak melalui kehadiran tiga rumah singgah gratis yang disiapkan komunitas gereja di Jombang.
Tiga fasilitas tersebut berada di Guest House Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jombang, Guest House Pastori Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jombang, dan Guest House Badan Kerja Sama Antar Gereja (BAMAG) Jombang.
Rumah singgah tersebut terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat selama mengikuti maupun mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35. Fasilitas diberikan secara gratis tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar mengapresiasi inisiatif komunitas gereja di Jombang yang turut mengambil bagian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
“Ini merupakan praktik nyata moderasi beragama. Ketika masyarakat dari berbagai latar belakang dapat saling membantu dan memberikan ruang bagi sesama, di situlah nilai toleransi dan kerukunan benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kakanwil.
Menurutnya, kehadiran rumah singgah tersebut menjadi gambaran bahwa kerukunan antarumat beragama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Muktamar NU menjadi momentum berkumpulnya masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia. Dukungan dari komunitas gereja di Jombang menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk bergotong royong dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Rumah singgah pertama berada di Guest House GKJW Jombang, Jalan Adityawarman Nomor 1, tepat di sebelah barat Pasar Pon. Fasilitas ini memiliki kapasitas hingga 10 orang.
Lokasinya cukup strategis, sekitar 500 meter dari Stasiun Jombang dan Alun-alun Jombang, serta sekitar 4–5 kilometer dari arena Muktamar NU di Tambakberas.
Masyarakat yang membutuhkan fasilitas tersebut dapat melakukan koordinasi dengan pengelola melalui Kung Sholeh di nomor 085737350668.
Rumah singgah kedua berada di Guest House Pastori GKI Jombang, Jalan Tugu Gang III, belakang RSIA Muslimat Jombang. Penginapan tersebut memiliki kapasitas hingga empat orang dan berjarak sekitar tiga kilometer dari arena Muktamar.
Informasi dan koordinasi penggunaan fasilitas dapat dilakukan melalui Pdt. Diah K. Nuraini di nomor 081335299815.
Adapun rumah singgah ketiga berada di Guest House BAMAG Jombang, Dusun Weru, Desa Mojongapit. Fasilitas ini memiliki kapasitas hingga 20 orang.
Lokasi tersebut menjadi rumah singgah yang paling dekat dengan arena Muktamar, dengan jarak sekitar satu kilometer dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Koordinasi penggunaan fasilitas dapat dilakukan melalui Pdt. Kristian Muskanan di nomor 085102241588.
Ketiga rumah singgah disediakan secara gratis dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan yang datang dari luar Jombang. Tidak terdapat pembatasan berdasarkan agama maupun kelompok.
Kakanwil Kemenag Jatim menilai, dukungan komunitas gereja tersebut menjadi bagian dari wajah kerukunan masyarakat Jawa Timur yang perlu terus dirawat.
Menurutnya, moderasi beragama tidak cukup hanya dipahami sebagai sikap saling menghormati, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kepedulian sosial, gotong royong, dan kerja sama lintas iman.
“Kerukunan bukan hanya tentang bagaimana kita hidup berdampingan, tetapi juga bagaimana kita hadir ketika saudara kita membutuhkan. Apa yang dilakukan komunitas gereja di Jombang ini adalah contoh bahwa kepedulian kemanusiaan dapat melampaui batas-batas perbedaan,” ungkapnya.
Ia berharap semangat tersebut terus tumbuh selama rangkaian Muktamar NU ke-35 berlangsung dan memberikan suasana yang aman, nyaman, serta penuh persaudaraan bagi seluruh masyarakat yang hadir.
“Kami berharap seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35 berjalan aman, tertib, lancar, dan membawa kemaslahatan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan, memperkokoh kerukunan, dan menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa,” pungkas Kakanwil.
Kehadiran rumah singgah lintas iman di tengah pelaksanaan Muktamar NU ke-35 menjadi salah satu praktik baik yang memperlihatkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian dapat tumbuh di tengah keberagaman masyarakat. Di Jombang, perbedaan keyakinan justru menjadi ruang untuk saling memberikan manfaat dan memperkuat persaudaraan. (Humas)